Taman Hingga Wihara, Ini 5 Wisata di Kota Tangerang

Taman Hingga Wihara, Ini 5 Wisata di Kota Tangerang


TANGERANG – Sinergi Aksi Informasi dan Komunikasi Publik (SAIK) 2018 bukan sekedar ajang peningkatan kapasitas dibidang kehumasan. Namun, juga ajang promosi daerah. Khususnya bagi tuan rumah. Berbagai potensi daerah sengaja ditunjukkan selama gelaran acara. Sejumlah lokasi wisata juga mengemuka. Tuan rumah sengaja mengemasnya dalam city tour. Tim Dinas Kominfo Kota Madiun berkesempatan melihat langsung sejumlah wisata di Kota Tangerang ini. Berikut sejumlah potensi wisata di salah satu kota Tatar Pasundan ini.

1. Taman Gajah

Membaca namanya, sekilas terkesan taman yang satu ini bak kebun binatang. Namun, khusus hanya dihuni gajah. Jika berfikiran seperti itu, kalian salah besar. Taman Gajah di Kota Tangerang ini berbeda. Gajah yang dimaksud adalah sebuah replika. Uniknya terbuat dari karet ban. Taman yang diresmikan 2017 ini memang bernuansa ban. Nyaris semua pernak-pernik di dalamnya terbuat dari ban. Taman ini memang hasil kerja bareng Pemerintah Kota Tangerang dengan pabrikan ban PT Gajah Tunggal. Taman ini memiliki berbagai fasilitas. Mulai taman bermain, taman untuk pertunjukkan, aneka kuliner, dan pemandangan sungai Kali Pasir. Sebab, taman ini tepat berada ditepi sungai terbesar di Kota Tangerang tersebut.

2. Kampung Berkelir

Tak jauh dari Taman Gajah terdapat kampung berkelir. Kampung di Kelurahan Babakan Kecamatan Tangerang ini menyuguhkan pemandangan permukiman yang unik. Namanya juga berkelir, kampung ini memiliki berwarna-warni nan cantik. Mulai dinding rumah, atap, hingga paving. Sejumlah mural juga mengemuka. Tentu dengan pesan-pesan moral khas lukisan mural. Selain itu, jalan-jalan kampung juga dihias dengan tanaman dan tumbuhan dalam pot yang tertata apik. Konsep ramah lingkungan juga tersaji di kampung tersebut.

3. Masjid Kali Pasir

Wisata satu ini jelas wisata religi. Masjid satu ini merupakan masjid tua di Kota Tangerang. Masjid dibangun sekitar 1576 oleh Tumenggung Pamit Widjaja dari Kahuripan. Masjid ini berada di Kali Pasir Kelurahan Sukasari, Kota Tangerang. Masjid ini dikelola secara turun temurun. Sekilas masjid Kali Pasir terlihat seperti masjid modern. Sebab, sudah mengalami beberapa kali pemugaran. Pemandangan khas masjid tua baru terlihat saat menapaki bagian dalamnya. Empat tiang kayu masjid sudah tampak lapuk. Bahkan, sudah ditambah tiang besi agar lebih kuat. Masjid ramai dikunjungi hingga saat ini.

4. Wihara Boen Tek Bio

Klenteng ini merupakan tertua di Kota Tangerang. Terletak di Jalan Bhakti 14 Kota Tangerang, Klenteng Boen Tek Bio diperkirakan dibangun pada 1684. Klenteng ini dibangun seorang tuan tanah atau kapitan. “Boen” memiliki arti intelektual, “tek” berarti kebajikan, sementara “bio” berarti tempat ibadah. Secara etimologi, “boen tek bio” berarti tempat bagi umat manusia untuk menjadi insan yang penuh kebajikan dan intelektual. Bangunan ini sempat mengalami renovasi pada 1844. Dalam renovasi ini, sengaja didatangkan ahli bangunan dari Cina. Berbagai aksesori yang ada di klenteng ini berasal dari Cina. Mulai tempat sembahyang, papan, dan lonceng besar yang terdapat di bagian depan klenteng.

5. Museum Benteng Haritage

Masih bernuansa Tionghoa, museum yang satu ini merupakan museum peranakan Tionghoa pertama dan satu-satunya di tanah air. Museum ini merupakan hasil restorasi sebuah bangunan berasitektur tradisional Tionghoa. Bangunan ini salah satu yang tertua di Kota Tangerang. Ini juga menjadi cikal bakal pusat Kota Tangerang yang dulunya disebut kota Benteng. Etnis Tionghoa memang tumbuh dan berkembang di kota ini. Berada di dalam bangunan serasa di negeri Cina. Bagaimana tidak, seluruh desain dan furniture di dalamnya khas negeri tirai bambu tersebut. Ini sengaja dipertahankan hingga kini. Tak heran, museum yang berada di Jalan Cilame, Pasar Lama, Kota Tangerang ini layak menjadi salah satu jujukan wisata di sana.

Bagaimana dengan Kota Madiun?

Nah, sejumlah tempat wisata yang ada di Kota Tangerang sejatinya juga ada di Kota Madiun lho. Berbicara soal taman, Kota Madiun memiliki sejumlah taman yang tak kalah menarik. mulai Taman Hijau, Taman Lalu Lintas, Taman Olahraga Gulun, dan sejumlah lapangan yang sudah ditambah taman bermain kini. Nuansa kampung warna-warni juga ada di Kota Madiun. Salah satunya di gang Punden Kelurahan Manguharjo. Terkait wisata religi, Kota Madiun memiliki dua masjid kuno yang berada di Taman dan Kuncen. Sedang untuk klenteng, terdapat klenteng Hwie Ing Kiong yang juga tak kalah tuanya. (ws hendro/agi/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Mulai yang polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakpitacukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#DBHCHT_2018



Source link

Tinggalkan Balasan